Metamorfosis Jepang

Tulisan ringan ini saya sampaikan didepan peserta workshop ASPBJI Sulselbar "Workshop Pengajaran Buku Marugoto dan Seminar Kejepangan",        1 Oktober 2016. Beberapa waktu belakangan ini saya sering berdiskusi tentang kebudayaan Jepang, mulai dari kebudayaan populer hingga yang tradisional. Tetapi poin menarik bagi saya ialah adanya pandangan universal (umum) tentang kebudayaan Jepang. Pandangan universal tersebut... Continue Reading →

Aku dan Puisi

Aku bukan penyair. Aku hanya menikmati sajak dan puisi yang menetes dari bibirku ketika kubacakan. Rasanya manis, madu kehidupan. Pengetahuanku tentang puisi tidak seberapa. Aku hanya baca beberapa buku puisi penyair, berakses terbatas, itupun baru beberapa bulan terakhir. Aku sekedar penikmat sajak-sajak kuasa dan kata-kata kuat. Sampai detik ini hanya ada beberapa buku puisi yang... Continue Reading →

The Death of Samurai

Hari-hari ini, langit diatas kota Tokyo terasa begitu kelabu. Ada kegetiran yang mencekam dibalik gedung-gedung raksasa yang menjulang disana. Industri elektronika mereka yang begitu digdaya 20 tahun silam, pelan-pelan memasuki lorong kegelapan yang terasa begitu perih. Bulan lalu, Sony diikuti Panasonic dan Sharp mengumumkan angka kerugian trilyunan rupiah. Harga-harga saham mereka roboh berkeping-keping. Sanyo bahkan... Continue Reading →

Diskusi dan bedah novel Kani Kosen Karya Kobayashi Takiji

21 Mei 2015, Universitas Hasanuddin Novel “Kani Kosen” (kani= kepiting, ko= pabrik, sen= kapal) atau Kapal Pabrik Penangkapan Kepiting karya Kobayashi Takiji (1903-1933) adalah salah satu karya sastra yang mengangkat secara lugas perlawanan rakyat miskin (pekerja) melawan kaum kapitalis birokrat, kurun waktu 1920-an. Kobayashi Takiji sendiri adalah seorang sastrawan komunis yang tewas disiksa oleh kepolisian Jepang... Continue Reading →

Metamorfosis negara Jepang pasca Perang Dunia II

Bangkit dari keterpurukan melalui revolusi gaya hidup Susy Ong, Ph.D (Dosen Universitas Indonesia) Pusat Kebudayaan Jepang Jakarta[1] menyelenggarakan pameran foto ‘Metamorphosis of Japan After the War’, menampilkan sekitar 100 gambar dalam bentuk “foto”  yang diambil dalam kurun waktu 1945-1964. Melalui foto-foto tersebut, kita dapat melihat kehidupan rakyat jelata di Jepang pada kurun waktu tersebut. Tahun... Continue Reading →

Kawaii dan Kapitalisme

AkB 48 kawaii desune…. Ano onna ga kawaii desu Bagi mereka yang mempelajari tentang Jepang pasti pernah mendengar kata “kawaii” kawaii sering diartikan sebagai “cuteness” dalam bahasa Inggris. Ketika dimaknai dalam bahasa Indonesia berarti lucu yang cenderung manis sedangkan “kawaii” menurut geneologi bahasa Jepang, pada zaman Taishou sampai tahun 1945 kawaii dituliskan kawayushi kemudian berubah bentuk menjadi kawayui setelah tahun 1945 sampai pada 1970.... Continue Reading →

Pertemuan dengan “Aku Ingin”

AKU INGIN Aku ingin mencintaimu dengan sederhana : Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana : Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada. Sapardi Djoko Damono, 1989 Sekitar Sepuluh tahun yang lalu karya Sapardi Djoko Damono “Aku Ingin” saya dengarkan pertama kali... Continue Reading →

Molding Japanese Minds : A New Life for the New Japan

Terjemahan A New Life for the New Japan bagian dalam bab 5 Molding Japanese Minds Buku karya Sheldon Garon By . Edi Hariyadi Mengapa kelompok progresif mendukung pendidikan sosial yang disponsori negara hanya bisa dijelaskan sebagian oleh kondisi organisasi swasta di Jepang yang kronis tidak punya dana. Penjelasan lebih lengkap bersandar pada (namun jarang diakui)... Continue Reading →

Arti Kata Makassar

Ada yang bilang orang Makassar itu kasar....alasannya karena untuk nama kotanya saja sudah ada terselip kata “kasar”nya jawab saya itu hanya karena kebetulan saja kata kasar dalam bahasa indonesia itu konotasinya negatif. Ada juga yang mengatakan orang makassar itu suka marah, kalau berbicara suaranya besar...yahhhh saya Jawab saja menggunakan pendekatan Coastal Culture Kota Makassar masih... Continue Reading →

マカッサル町のチャイナタウン Pecinan Makassar

8月1928年、マナド町「セレベス島」にいくらかの中国人の店は差出人不明の手紙が貰いました。脅迫は差出人不明の手紙の中にある。   何かの中国人 のグルプはほかの中国人の店をおどかしました。あの店は日本品物を売る禁止して。これは中国と日本国の悪い外交関係だから。何もかもが従いませんから、自 分の耳が切ります。そして、19日8月1928年、マカッサル町「セレベス島」にあの一人の中国の商人の耳が切りました。それは日本品物を売るだから。あ の中国の商人の名前はChung Choang Lokさんです。(st) (Oryza Aditama 「オリジャアジタマ」

Website Built with WordPress.com.

Up ↑