Pertemuan dengan “Aku Ingin”

1*on_MQQf8WPMa_3kUeaHaqg

AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana : Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana : Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Sapardi Djoko Damono, 1989

Sekitar Sepuluh tahun yang lalu karya Sapardi Djoko Damono “Aku Ingin” saya dengarkan pertama kali di salah satu stasiun televisi swasta ternama di Indonesia. Buru-buru setelah itu saya mencoba browsing di warung internet (warnet) yang kala itu sedang populer di kotaku. Tak ingat berapa kali saya membaca berulang-ulang sajak tersebut, sungguh begitu menggetarkan ucap saya kala itu.

Setelah membaca dan mencoba memahami kata demi kata sajak “Aku Ingin” kala itu, saya hanya mampu menyimpulkan, Sungguh menyakitkan mencintai orang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan cinta.

Karena abu dan awan telah berubah ke senyawa berbeda setelah melakukan pengorbanan. Saya pun kembali bertanya, Sesederhana itu kah cinta? Apa itu cinta? Di manakah cinta? Mungkinkah cinta itu tak ada? Cinta itu ada dengan sendirinya? Cinta itu ada karena di adakan? ataukah cinta itu mengada-ada?

Cinta itu Kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: