J-Pop dan AKB48

 by.Ayu Gardenia Lantang


Pendahuluan

Pada hakikatnya, segala sesuatu yang ada dalam kehidupan ini tidak dapat muncul dengan sendirinya, tapi tentu memiliki faktor pendorong atau pemicu. Hal ini pun yang terjadi dalam aspek kesenian dan musik dalam kehidupan di Jepang. Seperti halnya, J-Pop sebagai salah satu genre musik yang telah muncul dan menyebar di dalam dan di luar Jepang.

Sejarah musik J-Pop dapat dirunut kembali pada periode Taisho (1912-1926), ketika instrumen musik harmonika dan string menjadi populer digunakan untuk pertunjukkan musik di Jepang. Selama periode ini juga, musik jazz dan blues menjadi populer di Jepang. Sehingga, hal ini mendorong para musisi dan komposer musik di Jepang, untuk mengadopsi unsur musik Jazz ini ke dalam karya-karya mereka.

J-Pop adalah singkatan dari Japanese Pop, yang keberadaannya tidak dapat terpisahkan dari Budaya Pop atau Pop Culture. Definisi dari Budaya Pop (Pop Culture) adalah budaya yang diproduksi dan dikonsumsikan secara massal, utamanya untuk kalangan anak muda (Japan Edge, 1999, Ed : Anette Roman). Jadi, melalui definisi ini, dapat diinterpretasikan bahwa yang dimaksud dengan budaya Pop Jepang itu adalah budaya yang diproduksi dan dikonsumsikan secara massal untuk kalangan generasi muda Jepang. Selain J-Pop, anime dan manga juga termasuk ke dalam budaya pop Jepang.

J-Pop merupakan perkembangan dari peniruan dan pengadopsian musik populer di Barat pada awal tahun 1950. J-Pop merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari budaya populer Jepang, dan menjadi bagian terpenting dalam musik populer Jepang kontemporer, terutama disebabkan oleh kegemaran yang lebih pada “girl idol” dan “boy band”. Bahkan secara luas, J-Pop digunakan untuk menggambarkan banyaknya perbedaan musik, seperti musik Pop, Rock, Rap, dan sebagainya, yang berkembang di Jepang. Adapun instrumen musik J-Pop terdiri dari gitar elektrik, drum, synthesizer, lirik yang bertemakan anak muda, cinta dan persahabatan, dan penyanyi adalah kaum remaja yang umurnya berkisar 20 tahun.

Dalam genre musik J-Pop ini, ada banyak musisi dan kelompok musik atau band yang berada dalamnya. Salah satunya ialah AKB48, yang merupakan kelompok idol perempuan Jepang, yang telah menjadi sangat populer di dalam dan di luar Jepang, dengan genre musik pop. AKB48 ini awalnya merupakan anak perempuan yang diseleksi secara satu per satu dalam sebuah kontes Idol di Jepang. Kelompok idol ini adalah kelompok idol perempuan Jepang, yang terbentuk melalui gagasan seorang Akimoto Yasushi, pada tahun 2005.

Permasalahan

Munculnya J-Pop di Jepang mungkin secara bertahap memunculkan para penyanyi yang beraliran Pop, yang dapat dikatakan memiliki hubungan satu sama lain. Maka permasalahan yang diangkat dalam makalah ini ialah hubungan dan kontribusi AKB48 terhadap perkembangan J-Pop.

Teori

Menurut Takada (1944), menyatakan bahwa karaokenization dapat memperluas lapisan masyarakat dimana setiap orang dapat menikmati Pop Culture melalui kehadiran dan perkembangan teknologi.

Pembahasan

AKB48 adalah kelompok idol perempuan Jepang, yang terbentuk melalui gagasan seorang Akimoto Yasushi. Akimoto mengelompokkan dan kemudian menyeleksi para anak perempuan, yang terdiri dari tiga tim, yaitu tim A, tim K, dan tim B, dan dalam setiap tim ini terdiri dari 16 dan 20 orang personil. Ada pun tujuan dilaksanakannya kontes idol ini ialah untuk memilih anak perempuan yang berbakat, untuk kemudian dibentuk menjadi suatu kelompok penyanyi, yang disebut kelompok idol penyanyi Jepang. Melalui proses inilah, maka Akimoto mampu melahirkan sebuah kelompok idol anak perempuan berbakat, yang berjumlah 48 orang dengan sebutan AKB48.  Sehingga, Akimoto Yasuhi ini adalah salah seorang pencetus kelompok Pop perempuan Jepang pada tahun 1980, dibawah naungan klub musik miliknya, yaitu Onyanko Club.

Perjalanan dan perkembangan dari AKB48, dapat dipahami sebagai suatu proses yang sangat ditentukan perjalanannya oleh seorang produsernya, dimana peran ini berada dijalankan oleh Akimoto Yasushi sebagai produser. Sehingga, sebagai produser dari AKB48, dia berupaya melakukan berbagai cara untuk memperkenalkan salah satu budaya pop Jepang, yaitu J-Pop, melalui representasi AKB48. Menurut Akimoto dalam sebuah wawancara CNN Asia Pasifik, dia mengemukan salah satu motivasinya dalam membentuk kelompok idol perempuan Jepang, yaitu AKB48. Seperti yang dikutip oleh CNN Asia Pasifik tersebut, Akimoto berpendapat bahwa :

“None of the girls have strong personalities, but once they get together, they bring about chemical reactions. In other words, all the girls are quite ordinary but when they get together, and each one comes into the picture, you can see their charm (daya tarik).  So, I thought that’s interesting.”

 “Tidak seorang pun anak perempuan memiliki kepribadian yang kuat, tetapi ketika setiap citra mereka digabungkan maka akan mempesona. Dan saya pikir hal ini adalah menarik.”

Personil dari kelompok idol perempuan AKB48 ini, yang terdiri dari 48 orang ini ialah Misaki Iwasa, Aika Ota,Shizuka Oya, Haruka Katayama, Asuka Kuramochi, Haruna Kojima, Rino Sashihara, Mariko Shinoda, Aki Takajo, Minami Takahashi, Haruka Nakagawa, Chisato Nakata, Sayaka Nakaya, Atsuko Maeda, Ami Maeda, Natsumi Matsubara, Sayaka Akimoto, Tomomi Itano, Mayumi Uchida, Ayaka Umeda, Yuko Oshima, Ayaka Kikuchi, Miku Tanabe
Tomomi Nakatsuka, Moeno Nito, Misato Nonaka, Reina Fujie, Sakiko Matsui, Minami Minegishi, Sae Miyazawa, Yui Yokohama, Rumi Yonezawa, Haruka Ishida, Manami Oku, Tomomi Kasai, Yuki Kashiwagi, Rie Kitahara, Kana Kobayashi, Mika Komori, Sumire Sato, Natsuki Sato, Mariya Suzuki, Rina Chikano, Natsumi Hirajima, Yuka Masuda, Miho Iyazaki, Mayu Watanabe.

Setelah terbentuk, maka AKB48 ini mengawali penampilannya sebagai kelompok idol perempuan Jepang, yang terlahir dari tangan seorang Akimoto Yasushi, pada tahun 2005 di sebuah teater Don Quijote, super apartment store, di daerah Akibahara, Tokyo. Sebagai produser, Akimoto memiliki berbagai strategi dalam upaya memperkenalkan AKB48 ke berbagai negara dan tidak hanya di dalam Jepang itu sendiri. Beberpa upaya yang dilakukannya, seperti menciptakan lagu-lagu yang bertemakan anak muda, percintaan dan persahabatan. Pada tahun 2010 AKB48 berhasi menjual melalui album barunya berjudul “Beginner”, sebanyak satu juta copy. Selanjutnya, pada tahun 2010, dia telah mengeluarkan sebanyak 8 album AKB48, dan berhasil terjual sebanyak satu juta copy. Pada tahun 2010 ini juga, Akimoto Yasushi berhasil memperoleh penghargaan “Guinness Worlds Records” sebagai Pop Group with the Greatest Number of Members. Selanjutnya, pada tahun 2011, AKB48 berhasil menempati posisi teratas sebagai kelompok idol J-Pop terkenal, dan yang berhasil menjual CD albumnya sebanyak 1,59 juta copy, melalui judul albumnya “Flying Get”. Sehingga melalui hal ini, dapat dipahami bahwa keberadaan AKB48 dan musik yang dibawakannya telah diterima dengan baik oleh para penggemarnya.

Seiring dengan keberhasilan penjualan album tersebut maka muncul juga para fans AKB48, baik di dalam maupun di luar Jepang, yang sebagian besar fans AKB48 ini adalah anak muda perempuan, dan yang paling utama ialah para anak perempuan dan otaku (laki-laki remaja). Selain menarik para penggemar melalui lagu-lagunya yang telah beredar, AKB48 juga menjalankan strateginya untuk lebih memperkenalkan dirinya sebagai bagian dari J-Pop dengan berbagai cara. Seperti halnya di dalam negara Jepang itu sendiri, melalui produsernya, AKB48 membentuk kelompok idol sejenisnya di Osaka yang diberi nama NMB48, dan di Nagoya dengan nama SKE48. Selanjutnya, AKB48 mulai tampil di berbagai acara di 30 program televisi dan 18 program radio. Bahkan tampil juga dalam drama televisi “The Girls Homeroom Teacher.” Para personilnya pun ditampilkan dalam bentuk anime, dan mereka pun dikomersialisasikan oleh pihak televisi Jepang, sebagai karakter virtual yang diciptakan melalui gambar komputer. Para pihak perusahaan produksi candy atau permen juga menunjuk personil AKB48 sebagai permeran untuk mengkomersialisasikan produk  mereka kepada masyarakat, seperti produk “Ice no Mi” (fruit of Ice). Kemudian, berbagai situs dibuat untuk memperkenalkan dan memberikan kesempatan bagi para penggemar untuk mengetahui berbagai hal mengenai AKB48 ini.

Selain itu, Akimoto juga mulai mengadakan pertunjukkan AKB48 ke berbagai negara, seperti Indonesia, Hongkong, Taiwan, Singapura, Korea, Taiwan, dan sebagainya, yang tentu dalam upaya untuk memperkenalkan kelompok idol perempuan J-Pop ini. Seperti halnya di Indonesia, Akimoto mampu mengamati bahwa orang Indonesia tertarik dengan AKB48. Oleh sebab itu, maka dia memutuskan untuk mengembangkan cabang kelompok idol perempuan Jepang yang sejenis dengan AKB4, di Indonesia yang dinamakan JKT48. Kemudian, di Singapura juga terdapat suatu toko yang khusus menjual berbagai bentuk barang yang berkaitan dengan AKB48. Sehingga melalui beberapa hal ini, terlihat adanya pengaruh J-Pop yang mulai diterima melalui AKB48, sebagai bagian dari J-Pop. Selain itu, hal ini pun dapat dipahami sebagai kontribusi AKB48 bagi kemajuan dan perkembangan J-Pop ke berbagai negara.

Pada sisi lain, keberadaan budaya populer pada kenyataannya mendapat perhatian dari pemerintah Jepang, yang dalam hal ini bahwa Menteri Luar Negeri Jepang, Asoo Taroo, mendesak komunitas bisnis Jepang bekerja sama dengan pemerintah untuk mempromosikan budaya populer lebih gencar. Bahkan Kedutaan Besar Jepang, Konsulat Jendral Jepang, dan JETRO mulai mempromosikan soft power Jepang dengan berbagai cara, seperti mengadakan acara kontes manga, J-Pop, dan anime screening. Melalui hal tersebut diatas, dapat dilihat bahwa soft power ini telah masuk ke Indonesia, salah satunya nyata dengan munculnya kelompok musik yang disebut JKT48.

Berdasarkan teori karaokenization, dapat diamati baawa keberadaan dan penyebaran J-Pop melalui interpretasi AKB48, telah mampu memperkenalkan dan memberi pengaruh kepada masyarakat secara luas, dan khususnya kepada penggemarnya yang menyebar dan dapat diterima oleh masyarakat luas, khususnya para penggemar yang memunculkan perasaan suka yang sangat berlebihan. Dalam hal ini juga secara langsung AKB48 telah memperkenalkan  esensial dari J-Pop.

Kesimpulan

Melalui uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa J-Pop merupakan integrasi dari Budaya Pop, dimana keduanya memiliki hubungan yang saling terkait. Dalam hal ini, hubungan teresbut tampak jelas dalam kenyataannya bahwa J-Pop adalah genre lahir dan berkembangnya AKB48 sebagai salah satu kelompok penyanyi idol perempuan Jepang. Sebaliknya, melalui interpretasi AKB48 essensial J-Pop dapat diperkenalkan kepada masyarakat, baik di dalam maupun di luar Jepang. Salah satunya, ialah bahwa fenomena ini tampak jelas dengan munculnya berbagai kelompok sejenis di dalam Jepang, seperti Osaka dan Nagoya, serta di negara asing seperti negara Indonesia, Hongkong, Taiwan, Korea, Singapura. Selain itu bahwa AKB48 dinilai mampu memperkenalkan dan memperluas pengaruh J-Pop melalui penjualan CD album, munculnya fans yang umumnya adalah anak muda, dan juga penampilanya di berbagai negara.  Sehingga melalui peran dari AKB48 sebagai kelompok musik yang telah memberikan kontribusi yang nyata bagi J-Pop. J-Pop yang awalnya berkembang dan hanya dikonsumsi oleh penggemar musik Pop di Jepang, saat ini dapat dinikmati kehadirannya di berbagai negara di luar Jepang, baik secara langsung, media elektronik, dan juga melalui kehadiran kelompok idol perempuan J-Pop yang diinterpretasi oleh sejenis AKB48 yang terbentuk di negara lain. Selain itu, perlu dimengerti bahwa dalam perkembangan dan penyebaran  J-Pop jepang ini, pemerintah ternyata memiliki kontribusi di dalamnya melalui pemerintahan terkait, seperti pihak Kedutaan Besar Jepang, Konsulat Jenderal Jepang, dan JETRO.

Daftar Pustaka

Chiu, Christine. SMAP : A Case Study of J-Pop.  21M.294 Final Paper, 21 Mei 2005.

Vivian, Lee. 48 by 8 : Idols You Can Make : Convergence Culture in the Age of Akimoto’s J-Idol Globalization 21F.060 Final Paper.

Hays, Jeffrey, 2008. AKB48 and Other Popular J-Pop Artists in 2010 and 2011. (www.cnaasiapasific.com/press/en/content/757/).

http://www.factsanddetails.com/Japan.php?itemid=1771&catid=20&subcatid=130.

Advertisements