Rangkaian tulisan dibawah ini merupakan abstrak dalam jurnal sastra bahasa dan budaya Jepang (Jurnal Izumi Vol.5 No.1, Univ.Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia). Untuk bagian lengkap dalam jurnal ini, bisa anda unduh pada link yang terdapat dibagian bawah gambar.

Tulisan ini mendeskripsikan tentang dinamika kesusastraan proletar jepang dan hubungannya dengan novel karya kobayashi takiji “kanikosen” meliputi institusi, ideologi, produksi, serta tokoh-tokoh yang terkait dengan narasi proletariat yang akan dilihat oleh penulis dengan menggunakan teori Marxisme yang disikapi oleh penulis sebagai “bacaan liar” jepang tahun 1920-an. Tulisan ini bertujuan mengantarkan para pembaca terhadap narasi dari kesusastraan proletar Jepang serta menggambarkan peta perkembangan kesusastraan proletar Jepang melalui rangkaian pembahasan yang penulis paparkan dengan mengambil salah satu karya penulis proletar Jepang yaitu Kobayashi Takiji. Hasil penelitian ini memperlihatkan Pertentangan kelas sosial menjadi penanda “keliaran” dalam naskah sastra seperti dalam cerita Kanikosen. Layaknya realitas empiris, konstruksi sebuah naskah, terutama penokohan, latar, dan gaya bahasa merefleksikan dinamika sosial sehari-hari. Intimidasi, eksploitasi, penipuan, penyiksaan, penderitaan buruh di satu sisi dan di lain sisi, akumulasi keuntungan, pemupukan modal secara individual, dan kesewenang- wenangan yang dilakukan oleh majikan pemilik modal, cukup terang direflekasikan oleh Kobayashi.

kanikosen-karya-kobayashi

Silahkan diunduh disini !!!

Advertisements